Cinta, cinta, cinta…. Sekali waktu bisa membuat Anda mabuk kepayang, di lain waktu membuat Anda menangis meraung-raung. Meski kadang menyakitkan, tetapi cinta justru yang membuat dunia ini berjalan. Sesuatu yang sulit dijelaskan, tetapi memiliki dampak yang besar. Berikut adalah fakta-fakta menarik tentang cinta yang mungkin belum (atau sudah) Anda ketahui:

1. Cinta mirip cokelat.
“Cinta adalah semacam reaksi kimiawi yang mampu menimbulkan adiksi (ketagihan),” jelas Helen Fisher, Ph.D., seorang antropolog dari Universitas Rutgers, Amerika. Ia mencaritahu bagaimana dan apa itu cinta di dalam otak seseorang lewat alat pemindai MRI. Ia menemukan bahwa ketika seseorang jatuh cinta, perasaan ini mengaktifkan bagian “kepuasan” seseorang di bagian tengah otak. Selain itu, cinta juga meningkatkan produksi hormon dopamin yang mengatur rasa senang dan ketagihan. Hal yang sama terjadi di otak ketika makan cokelat, karena itulah sulit untuk berhenti makan cokelat hanya 1 kali gigit. Aliran dopamin inilah yang meningkatkan mood dan tingkat energi, sekaligus menajamkan fokus Anda (bisa juga dibilang terobsesi) kepada pasangan Anda.

2. Hidung bisa membantu Anda mencari jodoh
Wanita tanpa sadar mampu mencium pria mana yang genetisnya baik untuk menghasilkan anak yang hebat, terang James V. Kohl, pengarang The Scent of Eros: Mysteries of Odor in Human Sexuality. Kohl dan beberapa peneliti lain menemukan bahwa secara insting, wanita merasa tertarik kepada pria yang secara genetis berbeda darinya. Ini adalah hal yang baik, karena jika wanita memilih pria dengan gen sama, maka anak yang dilahirkan akan memiliki risiko peningkatan masalah kesehatan.
Apa yang membuat wanita tertarik kepada pria adalah pheromone, zat kimia unik produksi hormon. Umumnya, wanita baik mendeteksi pheromone ketika sedang dalam masa subur, ketika daya penciuman berada dalam kondisi prima. Ketika Anda menyukai apa yang Anda endus, hormon estrogen Anda naik, dan memercikkan gairah.

3. Pernikahan membantu keseimbangan mental
Bertolak belakang dari kepercayaan banyak orang, pernikahan justru menurunkan potensi depresi dalam diri seseorang. Menurut Linda Waite, PhD., sosiolog dari University of Chicago, orang-orang yang tak pernah menikah justru memiliki kecenderungan menjadi penghuni institusi kesehatan jiwa.
Banyak wanita menemukan kepuasan mendalam dari keintiman yang didapat dari sebuah pernikahan. Rasa kebersamaan dan kepemilikan pasangan memberi wanita rasa kepercayaan diri dan tujuan hidup. Hal inilah yang kemudian memberikan stabilitas mental seseorang.

4. Pernikahan bikin sehat
Memutuskan untuk hidup bersama seseorang tak hanya baik untuk mental dan pikiran. Orang-orang yang menikah memiliki fisik yang lebih sehat ketimbang yang lajang. Orang-orang yang menikah memiliki sistem imun tubuh yang lebih kuat, daya tahan terhadap virus lebih kuat, jarang rawat inap, jarang sakit, dan memiliki umur lebih panjang. Namun, di sebuah penelitian lain mengatakan, bahwa pernikahan hanya akan berpengaruh baik kepada jantung ketika pernikahan itu juga baik.

5. Lebih baik memiliki pasangan hidup yang bikin bahagia ketimbang kaya raya
Apa yang membuat seorang manusia bahagia? Menjadi kaya memang bisa membantu, namun, memiliki pernikahan yang kuat dan rukunlah yang menempati posisi pertama. Menurut studi yang dilakukan di Dartmouth, berada dalam pernikahan yang bahagia memiliki tingkat kepuasan yang serupa dengan orang yang mendapatkan uang sebanyak 1 milyar per tahun.

6. Cinta seorang ayah
Pernahkah Anda melihat seorang ayah menggendong bayinya yang baru lahir atau menggandeng anaknya ke sekolah? Kelihatannya luar biasa? Ya, karena ketika seorang pria menggendong anaknya, ia merasakan sebuah perubahan hormon. Level testosteronnya (hormon agresif) menurun, sementara level oksitosin dan vasopresin meningkat. Hal ini membuatnya haus akan kedekatan.
Secara teori, perubahan fisik ini terus berubah sejak manusia pertama kali dilahirkan hingga peradaban sekarang. Para ayah jaman sekarang memiliki kedekatan lebih baik dengan anaknya. Pelukan pun memiliki manfaat biologis pula. Berpelukan membantu menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan hormon stres, serta meningkatkan sistem imun tubuh.

7. Hewan peliharaan pun memiliki cinta
Memiliki hewan peliharaan ternyata membawa banyak keuntungan. Peneliti menemukan, bahwa memiliki hewan peliharaan bisa membantu menurunkan tekanan darah dan mengobati kesendirian. Seseorang yang berinteraksi dengan anjing peliharaannya pun mampu menangkal depresi. Membelai si hewan peliharaan beberapa menit dalam sehari saja bisa meningkatkan hormon bahagia, seperti serotonin dan oksitosin, serta menurunkan level hormon stres. Anda bahkan tak perlu membelai hewan Anda sendiri. Hewan peliharaan orang lain pun bisa memberi reaksi yang sama dalam otak Anda.

8. Bercinta membuat Anda lebih muda
Mereka yang melakukan kegiatan intim setidaknya 4-5 kali seminggu terlihat 10 tahun lebih muda dari mereka yang hanya melakukan aktivitas intim 2 kali seminggu. Hal ini dirangkum dari sebuah penelitian yang telah berlangsung 10 tahun di Rumah Sakit Royal Edinburgh, Skotlandia. Alasannya belum diketahui secara pasti. Namun, dari penelitian sebelumnya, bahwa ketika mencapai klimaks, testosteron yang terlepas membantu pria menjaga massa ototnya. Sementara bagi wanita, aliran estrogen yang mengalir saat melakukan kegiatan intim membuat rambut lebih berkilau dan kulit lebih lembut.

9. Cinta adalah obat mujarab
Ketika sedang berhubungan intim, tubuh Anda memompa endorfin (hormon rasa bahagia) 200 persen lebih banyak, begitu hasil penelitian Johns Hopkins University. Di lain pihak, peneliti menemukan bahwa keintiman fisik mampu meredakan rasa pening dan mengurangi depresi ringan dengan instan. Adrenalin yang memuncak bisa menjadi antihistamin natural, yang membantu mengatasi gejala pilek. Bahkan ada penelitian yang mengatakan bahwa berhubungan intim lebih efektif dari obat anti depresi/pembantu tidur.