Perpustakaan nasional Prancis, Bibliotheque Nationale de France, membeli memoar Giacomo Casanova (1825–1898), pengarang dan penakluk wanita terkenal asal Venesia, yang semula diduga hilang di akhir Perang Dunia II. Naskah Histoire de ma Vie (Sejarah Hidupku) sebanyak 3.700 halaman yang sudah menguning itu ditemukan telah terkemas di dalam selusinan kotak yang disimpan di tempat yang aman, hanya beberapa hari sebelum sekutu membom Leipzig, Jerman, pada 1945.

“Selama Perang Dunia II, Leipzig telah dibom, tapi kotak-kotak itu ditemukan di lantai dasar bank tempat naskah itu disimpan. Naskah itu dalam keadaan baik,” kata Marie-Laure Prevost, kurator Bibliotheque Nationale de France, hari ini.

“Semua orang tersentuh ketika manuskrip ini ditemukan. Bahkan, Perdana Menteri Inggris Winston Churchill kala itu bertanya apakah naskah itu selamat dari pemboman,” kata Prevost.

Perpustakaan nasional Prancis membayar sekitar tujuh juta euro (sekitar Rp 89 miliar) untuk memoar yang mulai ditulis Casanova ketika dia muali bekerja sebagai pustakawan pada 1789. “Manuskrip Casanova adalah pembelian paling penting yang pernah dilakukan perpustakaan ini. Dan tentu saja ini merupakan peristiwa besar dari sudut pandang budaya dan benda pusaka,” kata Bruno Racine, kepala perpustakaan itu.

Casanova menggambarkan petualangan cintanya dalam naskah itu, yang dia perbaharui terus menerus hingga wafatnya pada 1798. “Ini adalah satu dari teks yang paling banyak diterbitkan di dunia dengan beratus-ratus terbitan dan terbitan itu selalu dikoreksi, disederhanakan, dan dibuktikan salah. Maka, yang penting bagi kami adalah menemukan kebenaran aslinya,” kata Racine.

Pembelian itu didanai seorang donatur pribadi dan perpustakaan berharap dapat memamerkan manuskrip ini pada 2011 nanti.