Penggila bola tanah air sebentar lagi akan disibukkan dengan perletan piala dunia di Afrika Selatan. Demi menonton tim atau pemain kesayangan sampai di bela belain bedagang setiap hari. Tanpa disadari begadang itu tidak baik bagi kesehatan. Efek jangka pendek mungkin hanya bangun siang, ngantuk, gampang mag, masuk angin dan  letih yang dirasakan keesokan harinya.

National Taiwan Hospital (NTH) awal tahun lalu melansir kesimpulan penelitian bagi kebiasaan begadang dan terjaga hingga dinihari. Efeknya mengerikan: dalam jangka panjang bisa mengakibatkan kanker hati.
Bagaimana ceritanya?

Begadang biasanya disertai dengan mengkonsumsi makanan dan minuman tidak sehat, seperti kopi, merokok, dan makanan berlemak. Organ dalam tubuh akan dipaksa untuk terus bekerja. Lama kelamaan liver bisa rusak dan hati diserang hepatitis.

Keteraturan pola makan sangat diperlukan agar tubuh dapat menyerap dan membuang zat-zat yang tidak berguna. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Dari tengah malam hingga pukul 4 dinihari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang memproduksi darah.

Berikut ini pola hidup yang kerap muncul saat melek malam hari:
1. Meningkatkan hasrat mengudap makanan berlemak.
2. Melemahkan antibodi tubuh.
3. Rentan terserang diabetes.
4. Stres meningkat.
5. Memicu rasa gelisah.
6. Tampak lebih tua.
7. Timbul berbagai rasa sakit.
8. Berisiko kanker lebih tinggi.

Secara detail, penelitian dari NTH itu menyebut siklus tubuh kita sebagai berikut :

Pukul 21.00-23.00: masa pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun di bagian antibodi. Sebaiknya, pada waktu ini bersantai sambil mendengarkan musik, jangan bekerja meskipun pekerjaan ringan.

Pukul 23.00-01.00: proses detoksin di bagian hati, harus dalam keadaan tertidur pulas agar hasil maksimal.

Pukul 01.00-03.00: proses detoksin di bagian empedu, berlangsung saat tidur.

Pukul 03.00-05.00:
proses detoksin di bagian paru-paru. Bagi penderita batuk, akan terjadi batuk. Karena proses pembersihan telah mencapai saluran pernapasan, tak perlu meminum obat batuk.

Pukul 05.00-07.00: proses detoksin di bagian usus besar, maka biasanya berasa ingin buang air.

Pukul 07.00-09.00:
masa penyerapan gizi makanan bagi usus kecil dan disarankan pada masa ini untuk sarapan. Makan sebelum pukul 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan.

Dengan terjaganya seseorang, maka proses metabolisme dan pembuangan zat beracun di tubuh akan terganggu. Lantaran zat-zat itu menumpuk di dalam tubuh, maka akan merusak organ hati yang berguna menetralisasi racun di dalam tubuh. Akibatnya, hati terus-menerus dipaksa bekerja dan terjadilah kanker hati.

Jam hidup manusia terbagi atas tiga tahap, yaitu delapan jam bekerja normal, delapan jam lagi digunakan untuk kerja ringan, dan delapan jam selanjutnya untuk istirahat total. Fahrial menyebut tidak ada yang menggantikan jam biologis ini, meskipun manusia menyuplai berbagai macam suplemen untuk tetap fit seharian.

Selain sia-sia mengkonsumsi suplemen, mengganti jam istirahat yang seharusnya malam menjadi siang hari tak akan berpengaruh banyak. Karena kualitas tidur pada malam hari pasti berbeda saat siang hari, yang dipenuhi suara berisik di sekitarnya. Yang harus di ingat tidur sesuai dengan waktunya adalah aktivitas yang tidak bisa tergantikan dengan apa pun.

Makanya selalu ingat pesan bang Haji Rhoma Irama “Begadang jangan begadang. Kalau tiada artinya”…

Advertisements