Keindahan semburat lembayung di langit Teluk Kabung Kota Padang, Sumatera Barat sore hari pukul 18.30 WIB 8 Oktober 2009 lalu membuat Rinus Indra terpana.

Rinus yang bekerja sebagai boarding officer di perusahaan tanker ini, lalu mengambil kameranya dan mengabadikan pemandangan di Teluk Kabung dari atas kapal.

Setelah puas, Rinus bergegas turun dari wing bridge kapal tanker untuk menunaikan salat magrib. Rinus sendiri berada di padang karena ditugaskan sebagai boarding officer di kapal tanker yang menyuplai BBM ke Padang itu dan bertugas dari tanggal 4 sampai 9 Oktober.

Sebagai pendatang, Rinus memang merasa kagum dengan keindahan alam Padang yang dilihatnya, sehingga setelah menunaikan salat, Rinus pun tak menyia-nyiakan waktu lagi untuk memandangi hasil jepretannya.

“Satu persatu saya amati dengan sekasama foto-foto yang telah saya ambil. Sungguh luar biasa memang, Padang memiliki keindahan alam yang tiada taranya. Sungguh indah, sempat saya tersenyum sendiri karna baru sadar kenapa hampir setiap kali saya makan di warung makan nasi Padang selalu melihat lukisan pemandangan yang ditempel di dinding warung-warung. Ini kali jawabannya, biar selalu ingat kampuang halaman nyo,” seloroh Rinus.

Namun sampail pada slide 30, Rinus terkejut melihat gambar yang tampak di layar laptopnya bentuk lembayung yang tampak berwujud wajah manusia dengan mimik marah. “Padahal waktu saya lihat tidak ada,” kisah Rinus.

Wajah itu lengkap memiliki sepasang mata, hidung dan mulut yang menganga. Dan yang lebih mengejutkannya dia menemukan sebaris kata dalam tulisan arab.

“Pengetahuan akan bahasa arab saya memang tidak secanggih lulusan-lulusan mahasiswa Kairo-Mesir, dalam lembayung itu. Saya membaca ada tulisan Muhammad dan Allah, namun karna saya masih merasa antara percaya dan ga percaya lalu memanggil 2 orang perwira senior yang menemani saya tadi sore dalam pengambilan gambar, dan jawaban mereka pun sama dengan apa yang saya baca.Wallahu a’lam bishshawab. Saya hanya berbagi saja,” kata Rinus.

“Apapun yang terbaca dan terdokumentasikan di balik rahasia kode alam tersebut,saya sangat bersyukur atas Ridhonya Allah Subhanahu wata ala,” tutur Rinus.