Ditengah tangis dan duka rakyat Indonesia pasca gempa di Sumatera Barat yang telah memakan ratusan bahkan mungkin ribuan korban tewas dan luka-luka serta kerugian materi yang tak terhitung, Kediri justru digoyang oleh heboh video mesum pelajar SMA yang beredar dari ponsel ke ponsel dengan menggunakan teknologi transfer Bluetooth.

Video mesum yang berjudul SMA 6 ini beredar di kalangan siswa dan pelajar di Kota Kediri sehingga meresahkan kalangan dunia pendidikan dan masyarakat Kediri pada umumnya. Apalagi seperti biasa, heboh peredaran video porno pelajar seperti ini akan diikuti banyaknya link-link download video tersebut di internet sehingga perdedarannya akan semakin meluas.

Dalam video mesum berbentuk file .3gp dengan kapasitas 3,51 MB tersebut tampak sepasang pelajar SMA yang masih mengenakan seragam salah satu SMA favorit kota Kediri melakukan adegan mesum layaknya suami istri dalam posisi duduk.

Adegan ini dilakukan disebuah warung lesehan di salah satu areal perkebunan di sekitar Gunung Klotok.

Dalam adegan itu, sepasang siswa-siswi ini tidak sampai melepas seluruh seragam sekolah yang dikenakan. Dengan memelorotkan celana panjangnya, dan diikuti membuka beberapa kancing seragam dan menarik bra serta menyingkap rok pasanganya, “aktor dan aktris” porno ini kemudian duduk saling tindih (pangku) berhadapan.

Keduanya melakukan hubungan lazimnya suami istri dengan style duduk, dengan perempuan di atas. Yang mengejutkan, usai menyalurkan hasratnya, keduanya membuang tisu yang tampak ternoda darah, yang diduga darah perawan.

Dari seragam yang dikenakan, diduga sepasang siswa-siswi mesum itu merupakan warga salah satu sekolah favorit di Kota Kediri. “Kalau judul file yang saya dapatkan SMA 6. Tapi saya tidak berani memastikan apakah pemainya dari sana,” pungkas Irfan, salah seorang elajar yang juga memiliki file video porno ini.

Kasat Intelkam Kepolisian Resor Kota Kediri Ajun Komisaris Polisi Paidi dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya peredaran video porno di Kediri dengan pemain berseragam sekolah. Namun kendati demikian, polisi belum mengambil langkah hukum sebelum ada laporan yang masuk. “Kita akan koordinasi dengan reskrim. Kita sedang menyelidiki, apakah itu benar pelajar Kediri, atau hanya mirip saja,” ujarnya