Tersiar kabar kalau eksekusi trio Boomber itu mengahabiskan dana dengan pencapaian angka puluhan miliar. Namun, Kejaksaan Agung mengaku tidak tahu menahu soal dana operasional eksekusi ketiga terpidana mati Amrozi Cs.

“Kita (kejaksaan) tidak sampai kesitu, kita tidak ada kaitannya,” kata Kapuspenkum Kejagung M Jasman Panjaitan kepada  di Jakarta, Minggu (9/11).

Jasman enggan menjawab ketika dikonfirmasi soal darimana dana yang diperoleh untuk menyewa dua Helikopter dan untuk keperluan eksekusi Amozi Cs. Menurutnya itu bukan kewajiban Kejaksaan untuk menjawab.

“Itu kan helikopter Polisi ‘kok pake’ ditanya itu,” cetus Jasman.

Jasman juga menyangkal kalau ketidakjelasan jawaban dari Kejaksaan ini oleh karena tidak siap bahan dan data-datanya. “Kita harus punya bahan dulu dong, bukan belum ada bahan tapi ya memang tidak ada bahannya,” terang Jasman.setelah eksekusi terpidana mati Amrozi, Imam Samudra dan Muklas dini hari tadi, muncul spekulasi kalau eksekusi itu menghabiskan biaya kurang lebih Rp 22 miliar.

“Untuk menyewa satu Helikopter saja pemerintah harus menyiapkan dana sebesar Rp 10 juta per jam. Sedangkan helikopter sudah mondar-mandir selama beberapa hari. Trus biaya operasional yang lain misalnya pengerahan pengamanan, ambulan,” ujar sumber itu.