Cuaca mendung dan bunyi petir mengiringi pemakaman Imam Samudra di TPU Lopang Gede, Serang, Banten. Sekitar pukul 10.30 WIB, Minggu (9/11), jenazah Imam Samudra ditutup tanah merah.

“Allahu akbar, Lailahaillallah,” diteriakkan ratusan pelayat yang sebagian besar dari jamaah Anshorut Tauhid, Forum Umat Islam dan FPI.

Bahkan cercaan dan makian terhadap polisi sempat dilontarkan. “Jangan sampai jenazah disentuh polisi. Polisi kafir,” teriak beberapa pelayat.

Puluhan anggota Dalmas Polres Serang yang membentuk barikade tidak terpancing. Mereka tetap siaga mengamati jalannya pemakaman.

Tak berapa lama berselang setelah liang lahat selesai ditutup, tampak ibunda Imam Samudra, Embay Badriah keluar dari kerumunan dan bergegas pulang ke rumahnya. Kesedihan tampak menggurat di wajah tuanya.

Lamongan – Ada kejadian unik di saat-saat menjelang kedatangan jenazah Amrozi dan Mukhlas di rumahnya di Desa Tenggulun, Lamongan, Minggu (9/11).

Kejadian unik itu adalah kemunculan tiga burung warna hitam yang mengitari rumah Amrozi.

Kehadiran tiga burung hitam itu membuat massa kafilah Syuhada serentak menguvapkan kalimat takbir berkali-kali.

Sementara itu, di lokasi pemakaman kedua terpidana mati itu sudah dilakukan penggalian dua liang lahat.

Advertisements