Sebanyak 391 pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan perkawinan sah di Kota Kupang, Nusatenggara Timur, baru-baru ini, dinikahkan secara massal. Acara pernikahan yang digelar di sejumlah gereja itu berlangsung meriah. Para peserta datang mengenakan berbagai jenis busana pernikahan. Sebagian menggunakan busana pernikahan modern dan sebagian lainnya mengunakan busana adat.

Sebagian besar pengantin berasal dari kalangan kurang mampu. Mereka mengaku tak menikah secara resmi karena tak memiliki uang untuk membiayai proses pernikahan. Sebagian besar kaum pria lain mengaku tak menikah resmi karena tak punya dana untuk membeli mas kawin bagi calon mempelai wanita.

Menurut adat istiadat setempat, mas kawin biasanya berupa pemberian ternak besar, seperti sapi, kerbau, atau kuda dalam jumlah tertentu. Selain ternak, mahar bisa berupa gading gajah atau kalung dari bebatuan berwarna yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.