Ada berita menarik dari semarang tentang seorang pengusaha muslim bernama syeh puji. Konon ia dikenal sebagai pembuat sensasi. Dulu ia suka membagi-bagikan kan zakat hingga milyaran rupiah, berbeda dengan muslim lain yang menggelar acara pembagian zakat namun malah menebar maut dan berujung di kantor polisi, syeikh puji terbilang sukses dengan event sosialnya.

Kali ini Syeh Puji membuat sensasi baru dengan menikahi anak di bawah umur, ah sangat sensasional. Beragam komentar dan respon pembaca berita, pendengar, pemirsa dan masyarakat tentunya tau tentang hal tersebut.

Saya tidak ada hubungan dengannya,saya menulis tentang hal ini karena saya kurang setuju dengan pendapatnya,menulis dan membahas tentang sepak terjangnya hanya akan menguntungkannya saja, makin sensasional berita tentang perilakunya, makin jadi seleb-lah ia, dan pada akhirnya adalah keuntungan bisnis yang besar.

Demikian juga dengan puspo wardoyo, konon malah jika isu dan kontroversi poligami kian meredup, ia akan bersedia membayar orang untuk mendemo perilaku dan sepak terjangnya. Yah, sensasi memang sangat fenomenal menjadi iklan bisnis.

Bagi saya membagikan zakat secara terang-terangan, tentu saja sah-saja. Masalah kesan pamer dan tidak ikhlas, bukan urusan kita, itu urusan ia dan Allah tentunya. Untung para penyebar zakat tersebut tidak menuduh balik; kesan iri dan hasad para tukang komentar.

Saya sendiri bersyukur jika proses pembagian shodaqoh berjalan lancar, terkordinasi dgn aparat sehingga bisa maksimal yang imbasnya adalah menolong masyarakat dan kaum dhuafa serta meringankan beban pemerintah.

Sementara isu poligami dan menikahi wanita yg terkesan di bawah umur, (di bawah umur, maksudnya umur usia pernikahan sesuai aturan depag) itu adalah urusan yang sah-sah saja.

Poligami tentu saja sah dan baik, karena ada di al qur’an maka tentu saja baik bahkan baik sekali, telah banyak dikaji dari sisi apapun.

Menikahi wanita yang secara umur berusia 12 tahun, itupun sah-sah saja, asalkan ia telah mencapai usia baligh, mendapat haidh, serta ada persetujuan wali dan sebagainya dan sebagainya tentang persyaratan menikah sebagaimana mestinya,tapi masalahnya apakah wanita tersebut bisa menikmati masa remajanya apalagi berencana maw menikah lagi dengan wanita dibawah 10 tahun.

pemberitaan ttg hal tersebut merebak dan terjadi pro-kontra di tengah masyarakat yang lebih menyukai acara entertainment.

Lepas dari itu semua, selalu ada peluang bagi orang-orang sukses macam Syeh Puji dan Puspo Wardoyo untuk dituai dalam kondisi masyarakat seperti ini.