Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong lahirnya inovasi baru. Seorang ilmuwan di British Colombia, Kanada, berhasil menciptakan sebuah teleskop yang memakai sejenis cairan tertentu sebagai lensa. Penemuan Paul Hickson ini dimaksudkan untuk membantu ilmuwan dalam menguak misteri jagat raya.

Menurut Hickson, teleskop berlensa cairan itu tercipta untuk memenuhi kebutuhan para astronom. Selama ini, para ilmuwan menggunakan teleskop konvensional untuk mengamati ruang angkasa. Namun terbatasnya teleskop canggih yang ada menyulitkan para astronom untuk mengamati galaksi di luar angkasa karena hanya mendapat jatah teleskop selama 10 hari per tahun. Padahal untuk mengamati galaksi, seorang ilmuwan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Keinginan untuk memiliki teropong canggih pribadi pun tak bisa diwujudkan. Itu karena pembuatan sebuah teleskop baru membutuhkan biaya teramat besar sekitar US$ 50 juta, Untuk itulah, Hickson menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari solusi permasalahan tersebut.

Kerja keras Hickson membuahkan hasil. Ia membuat teleskop berukuran enam meter menggunakan cairan untuk menangkap dan memantulkan sinar dari objek. Cairan itu akan bekerja seperti lensa pada umumnya. Saat cahaya mengenai cairan, maka mangkuk cekung akan membuat cahaya terfokus di titik tengah. Selanjutnya, sebuah kamera digital yang terpasang sembilan meter dari teleskop akan menangkap hasil pencitraan dan mengirimkannya ke komputer untuk dianalisa. Ia optimistis teleskop ini dapat memberikan gambaran galaksi dari 10 miliar tahun lampau untuk menyingkap lebih banyak lagi misteri alam semesta.

BENAR2 ILMUWAN NIH…..BRAVO…..!!!!