Cinta bukan sesuatu yang abstrak namun dapat dijelaskan secara logika dan ilmiah. Tokoh Christian dalam film Moulin Rouge misalnya, menggunakan perumpamaan cinta sebagai oksigen. Bagi yang pernah jatuh cinta pasti akan merasakan gejala fisik seperti jantung berdegup, hormon adrenalin menderu, sulit tidur, dan kehilangan nafsu makan.

Para pakar kimia di Atlanta, Amerika Serikat, mengatakan, bila seseorang tertarik kepada orang lain secara seksual atau romantis, otak mengeluarkan zat-zat kimia yang disebut serotonin, dopamine, dan norepinephrine. Melalui scanner neurotransmission terlihat warna merah berpendar dari otak yang menunjukkan adanya reaksi kimia. Seseorang akan merasakan reaksi itu dalam bentuk gejolak perasaan yang kita tafsirkan sebagai cinta. Nah, bila ingin mengukur kadar cinta pasangan, gunakan sebuah alat yang disebut neurotransmisi.

gw saranin sih dicoba tuh alat nya untuk mengetahui seberapa besar cinta pasangan anda terhadapa anda.

Advertisements